Di Tanjabbar BPTP Jambi, Lakukan Deseminasi Pembenihan Padi Unggul Kepada Petani

Jambi, sahabatrakyat.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi melakukan deseminasi pembenihan padi unggul kepada kelompok tani di Kabupaten Tanjab Barat melalui program Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) padi.

“Program UPBS Padi tersebut bertujuan untuk mendukung kegiatan deseminasi agar petani mendapatkan benih yang memiliki kualitas prima, kualitas yang lebih unggul dibandingkan dengan benih yang selama ini petani gunakan,” kata Ketua Kelompok Peneliti Sosial Ekonomi Pertanian BPTP Jambi, Erwan Wahyudi di Jambi, Kamis.

Terdapat tiga varietas unggul baru (VUB) padi yang akan dideseminasi kepada kelompok tani Karya Mukti di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yakni varietas Impara 3, Baroma dan varietas IR Nutri Zinc.

Program UPBS padi tersebut dilaksanakan di atas lahan seluas tiga hektar. Masing-masing varietas akan ditanam di atas lahan satu hektar.

Dalam proses pembenihan-nya, BPTP memfasilitasi  seluruh kebutuhan pembenihan mulai dari pupuk hingga obat-obatan yang akan digunakan. Begitu pula dengan insentif tenagakerja yang terlibat dalam proses pembenihan padi unggul tersebut.

“Penyemaian benih padi direncanakan 22 Maret, selanjutnya pada 12 April dilakukan penanaman, dan selama tiga bulan setelah penanaman akan dilakukan pemanenan,” kata Penanggung Jawab Program UPBS

Padi BPTP Jambi Suharyono. Menurut dia, petani dapat memilih salah satu varietas unggulan yang akan dikembangkan. Varietas yang dipilih yakni varietas dengan kualitas yang baik dan cocok dengan iklim pertanian di daerah itu.

Dari tiga jenis varietas padi unggul tersebut, varietas Baroma sudah cukup dikenal petani di daerah itu. Varietas padi Baroma mampu menghasilkan 5-6 ton padi dalam satu hektar lahan. Sementara, saat menggunakan benih jenis varietas lain, dalam satu hektar lahan produksi padi petani di daerah itu hanya berkisar 2-3 ton.

“Program UPBS padi ini juga diharapkan dapat dapat mendukung swasembada beras berkelanjutan,” kata Erwan Wahyudi. Melalui program UPBS padi tersebut, kelompok tani yang melakukan pembenihan atau petani Petani penangkar yaitu petani yang menghasilkan benih unggul akan mendapatkan sertifikat pembenihan.

Dimana petani penangkar tersebut dapat memproduksi benih padi untuk petani-petani lainnya di daerah itu. Sehingga benih padi yang digunakan oleh petani merupakan varietas padi unggulan. (Ant)