Satgas: Pasien Positif COVID-19 di Jambi Dekati 10.000 Orang

Jambi – Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Provinsi Jambi menyatakan pasien
terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu mendekati angka 10.000 orang, tepatnya sudah mencapai 9.996 orang.

“Pada hari ini terdapat tambahan 81 orang pasien terkonfirmasi positif, dengan demikian total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jambi berjumlah 9.996 orang,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Sabtu malam.

Ia menjelaskan 81 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu, di antaranya 26 orang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 17 orang di Muaro Jambi.

Kemudian 21 orang di Kabupaten Batanghari, 13 orang di Kota Jambi dan masing-masing dua orang di Kota Sungai Penuh dan Kabupten Merangin.

Selain itu, juga terdapat 20 orang pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh di daerah itu,
di antaranya 13 orang di Kabupaten Batanghari, empat orang di Tanjab Timur dan tiga orang di Kabupaten Merangin.

Dengan demikian total pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh di daerah itu
berjumlah 8.122 orang.

“Dan hari ini juga terdapat dua orang pasien COVID-19 yang meninggal, yakni di Kabupaten Tebo dan Tanjab Timur, sehingga total pasien COVID-19 yang meninggal berjumlah 192 orang,” katanya.

Sementara itu, dari 11 kabupaten dan kota di daerah itu satu kabupaten masih berada di
zona merah COVID-19 atau zona risiko tinggi penularan COVID-19 yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kemudian delapan kabupaten dan kota berada di zona oranye COVID-19 atau zona resiko
sedang penularan COVID-19.

Diantaranya Kota Sungai Penuh, Kota Jambi, Kabupaten Bungo, Tebo, Merangin, Batanghari, Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Lalu, dua kabupaten lainnya berada di zona kuning COVID-19 atau zona resiko rendah
penularan COVID-19, yakni Kabupaten Kerinci dan Sarolangun.

Satgas COVID-19 Provinsi Jambi mengimbau masyarakat di daerah itu untuk menerapkan
protokol kesehatan COVID-19 secara disiplin, yakni mencuci tangan dengan sabun di air
mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi
mobilitas ke luar daerah, demikian Johansyah. (Ant)