Polisi Jambi Berhasil Tangkap Dua Pelaku Kejahatan di Perairan Tanjabtim

Jambi – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoairud) Polda Jambi menangkap dua teruga pelaku aksi premanisme di wilayah perairan ambang luar Kampung Laut Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi.

Direktur Ditpolairud Polda Jambi Kombes Pol Pahorian Lumban Gaol mengatakan pihaknya melakukan pengintaian sejak Sabtu (7/8) dan pihaknya mendapati dua orang yang sedang melakukan aksi premanisme menggunakan kapal pompong.

“Tersangka berinisial FR dan SA warga Kampung Laut Kabupaten Tanjabtim. Dua tersangka langsung kita bawa ke kantor Polairud Polda Jambi,” kata Pahorian didamping Kasubdit Gakkum Polda Jambi, AKBP Suhardi di Jambi, Selasa.

Ia menjelaskan aksi premanisme yang dilakukan oleh dua pelaku dengan cara melakukan barter barang kepada kapal yang melintas di wilayah perairan ambang luar, Kampung Laut. Namun, barter tersebut tidak sesuai dengan barang yang ditukarkan. Jika tidak dilayani, para pelaku melakukan pengancaman terhadap para korban.

“Pelaku ini sudah melakukan aksinya beberapa kali. Pelaku mengancam tak hanya menggunakan senjata tajam tapi di dalam pompong pelaku terdapat sebilah senjata tajam yakni parang,” jelasnya.

Disebutkan Gaol, kedua pelaku tersebut telah melakukan aksinya selama dua bulan terakhir. Hingga saat ini, hanya kedua pelaku yang diamankan beserta barang bukti bahan bakar jenis solar sebanyak 40 liter, satu buah pompong dan senjata tajam.

Ia menyampaikan hasil dari bahan bakar solar yang didapatkan, kemudian dijual pelaku kepada warga pemilik kapal kecil. Sebagian ada juga digunakan untuk pompong mereka sendiri.

“Kita masih menyelidiki dan mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat. Namun, dengan tertangkapnya dua orang ini untuk membuat efek jera aksi premanisme di perairan Jambi,” katanya.

Ia mengimbau kepada warga perairan khususnya yang berada di wilayah Ditpoairud Polda Jambi apabila ada gangguan kamtibmas jangan segan untuk memberikan informasi dan melapor.

“Saya meminta kepada warga sekitar perairan juga untuk tidak mengganggu lalu lintas perairan di wilayah Jambi,” tegasnya. (Ant)