Gubernur Jambi Berencana Manfaatkan Eks RS Pertamina Untuk Isolasi Pasien COVID

Jambi – Gubernur Jambi Al Haris berencana memanfaatkan eks Rumah Sakit Pertamina di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari sebagai tempat perawatan pasien COVID-19 di Jambi.

“Bersama dengan Bupati Batanghari eks Rumah Sakit Pertamina di Kecamatan Bajubang akan dijadikan tempat perawatan pasien COVID-19, dan ini sudah kita bicarakan dengan Menteri BUMN,” kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Sabtu.

Dijelaskan Al Haris eks Rumah Sakit Pertamina yang di bangun pada zaman belanda tersebut memiliki bangunan yang layak. Meski perlu dilakukan beberapa perbaikan dan pembangunan sejumlah gedung pendukung untuk isolasi pasien COVID-19.

Bahkan di kawasan rumah sakit tersebut juga terdapat lapangan golf yang luas. Sehingga lapangan tersebut dapat di manfaatkan pasien COVID-19 untuk berjemur sebagai terapi kesehatan.

Selain itu, lokasi eks Rumah Sakit Pertamina tersebut juga sangat mendukung untuk isolasi pasien COVID-19 karena jaraknya yang jauh dari publik. Sehingga aman untuk pasien COVID-19 dan masyarakat lainnya. Dimana pemanfaatan Rumah Sakit eks Pertamina tersebut dengan sistem pinjam pakai.

Pada Sabtu (10/7) pagi Gubernur Jambi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jambi meninjau langsung eks Rumah Sakit Pertamina tersebut.

Dari tinjauan yang dilakukan kondisi eks Rumah Sakit Pertamina tersebut masih dapat difungsikan meski sejak tahun 2009 Rumah Sakit tersebut tidak lagi di fungsikan. Terdapat empat zal di Rumah Sakit tersebut yang di perkirakan mampu menampung 120 orang pasien COVID-19.

“Walau dari jaman Belanda bangunan Rumah Sakit masih dalam kondisi baik, meskipun perlu di lakukan rehab di beberapa titik, kita akan berkoordinasi dengan Pertamina dan BUMN untuk bantuan perbaikan dan pembangunan rumah sakit melalui dana CSR,” kata Al Haris.

Menurut Al Haris dengan dijadikannya Rumah Sakit eks Pertamina tersebut sebagai rumah sakit COVID-19 di Jambi akan berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan meningkatkan layanan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) khususnya rumah sakit.

Selama ini perawatan dan isolasi pasien COVID-19 di lakukan di rumah sakit umum daerah, hal tersebut mempengaruhi layanan di rumah sakit milik daerah. Karena masyarakat umum enggan melakukan pengobatan di rumah sakit milik daerah yang juga merawat pasien COVID-19. Sehingga berpengaruh terhadap pendapatan rumah sakit. Serta memaksimalkan layanan kepada masyarakat umum yang tidak terpapar COVID-19.

Bupati Batanghari M Fadhil Arief mendukung rencana Pemerintah Provinsi Jambi yang ingin menjadikan eks Rumah Sakit Pertamina tersebut sebagai Rumah Sakit khusus pasien COVID-19.

“Kita mendukung penuh rencana Pemerintah Provinsi Jambi, akan kita lihat bagaimana koordinasi selanjutnya, apakah kita akan mendukung dari segi SDM atau dari sektor lainnya,” kata M Fadhil Arief.

Dijelaskan Fadhil Pemkab Batanghari akan menunggu tindak lanjut dari rencana tersebut. Jika wacana tersebut di realisasikan maka rumah sakit tersebut dapat dimanfaatkan untuk perawatan pasien COVID-19 untuk wilayah barat. Sehingga perawatan pasien COVID-19 akan lebih fokus.

Meski demikian menurut Fadhil upaya memutus rantai penularan COVID-19 tetap menjadi prioritas, karena langkah tersebut yang paling relevan dalam menghentikan penularan COVID-19. (Ant)