Sungailiat – Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengendalikan sebaran varian penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi sehingga daerah itu ditetapkan zona aman.
“Alhamdulillah, kita berhasil mengendalikan sebaran suspek PMK yang saat itu ratusan ekor sapi diketahui terpapar infeksi PMK dan sekarang ditetapkan zona aman,” kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah dalam keterangan, Sabtu.
Keberhasilan penanganan PMK di daerah itu kata dia, tidak lepas kerja keras tim kesehatan hewan melakukan optimalisasi pencegahan dan edukasi kepada masyarakat pemilik ternak sapi.
Suspek PMK pada sapi pertama kali ditemukan di Kabupaten Bangka pada April 2022, dimana saat itu sapi yang dipasok dari Pulau Madura untuk keperluan hewan kurban terdapat beberapa ekor sapi terkonfirmasi PMK.
“Kala itu, sapi suspek PMK semuanya sapi potong untuk kurban, sedangkan sapi budidaya yang dikembangkan masyarakat cukup aman dari paparan PMK,” jelas dia.
Angka tertinggi kasus suspek PMK, terdata pada April 2022 yang mencapai 610 sapi, 465 ekor sapi sembuh, tiga ekor sapi mati, serta belasan sapi dimusnahkan atau potong paksa.
Meskipun Kabupaten Bangka dinyatakan nihil PMK, namun kata dia, pencegahan sebaran suspek varian virus jenis itu masih tetap lakukan seperti menggencarkan layanan vaksinasi bagi sapi usia vaksin.
Bahkan realisasi vaksinasi PMK di Kabupaten Bangka dosis pertama mampu melampaui target nasional yakni 1.826 ekor sapi atau 80 persen dari target populasi 2.220 ekor sapi. Sedangkan target nasional yang ditetapkan hanya sebanyak 1.800 ekor sapi.
“Untuk sementara kami memfokuskan pelayanan vaksinasi PMK dosis kedua karena baru terealisasi 1.095 ekor sapi dari target populasi 2.220 ekor sapi,” jelas dia. (Ant)





