Pangkalpinang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan apresiasi positif rencana program subsidi transportasi untuk kendaraan angkutan bahan pangan pokok sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.
“Subsidi dari Pemprov Babel bersama Kementerian Keuangan itu akan memberikan dampak positif terhadap upaya kita bersama menurunkan laju inflasi di daerah,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Babel Budi Widihartanto di Pangkalpinang, Jumat.
Menurut dia, subsidi transportasi yang diberikan kepada pelaku usaha transportasi bahan pangan pokok akan berdampak terhadap biaya yang dikeluarkan oleh produsen, distributor dan terakhir ke konsumen.
“Kebijakan ini jelas akan berpengaruh terhadap harga jual di pasaran karena mengurangi biaya penjual dan tentunya konsumen akan diuntungkan,” katanya.
Hal ini dikatakan Budi terkait rencana Pemprov Babel memberikan subsidi kepada pelaku usaha angkutan bahan pokok dari Pelabuhan Sadai ke Tanjung Ru dan dari Pelabuhan Sungaiselan.
Saat ini Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,35 miliar yang berasal dari APBD Provinsi Babel sebesar Rp350 juta dan Dana Insentif Daerah (DID) Kementerian Keuangan Rp3 miliar untuk bantuan subsidi transportasi tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Babel Asban Aris mengatakan saat ini sedang menyelesaikan skema dan mekanisme penyaluran bantuan subsidi agar dapat berjalan aman, lancar dan sesuai aturan yang berlaku.
“Subsidi ini mulai berlaku akhir tahun ini dan dilanjutkan 2023, kami berharap upaya ini bisa membantu mengendalikan laju inflasi di daerah,” katanya. (Ant)





