Pangkalpinang – Direktorat Jenderal Perbendaharaan Wilayah Kepulauan Bangka Belitung mendorong pemerintah menggiatkan sosialisasi pemanfaatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar usaha mikro, kecil dan menengah semakin berkembang.
“Pada awal tahun ini penyaluran KUR di Babel dan wilayah regional Sumatera masih belum maksimal, meskipun masih banyak ruang yang tersedia,” kata Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Babel, Edih Mulyadi di Pangkalpinang, Jumat.
Edih mengakui sosialisasi untuk penyaluran KUR belum maksimal, sehingga ke depan akan ditingkatkan dengan sosialisasi yang lebih gencar melibatkan para camat dan perangkat daerah lain yang membidangi UMKM.
“Masalah sosialisasi akan kita gencarkan, dan saat ini kita sudah ada grup dengan semua camat untuk diskusi pemberdayaan UMKM agar akses pembiayaan lebih mudah, terutama KUR. Ke depan akan disosialisasikan juga melalui para tenaga penyuluh pertanian,” ujarnya.
Menurut dia, salah satu penyebab kurangnya penyaluran KUR karena saat ini masyarakat banyak yang beralih ke timah, dan harga sawit tinggi, sehingga UMKM ditinggalkan.
“Namun kondisi tersebut dinilai situasional dan jika nanti kondisinya terbalik maka harus siap menghadapi. Kesiapannya harus betul-betul siap, artinya pembiayaan UMKM berjalan, ekonomi bergerak, sehingga menaikkan pertumbuhan di tingkat regional,” katanya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2021 penyaluran KUR terjadi peningkatan yang cukup signifikan, baik dari sisi debitur maupun jumlah uang yang dipinjam oleh debitur.
Perkembangan penyaluran KUR di Babel dalam kurun waktu dari tahun 2017-2021 terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan tertinggi yakni tahun 2021. Secara c to c peningkatan KUR naik sebesar 59,32 persen dibandingkan tahun 2020.
“Sektor pertanian mengalami kenaikan tertinggi yakni sebesar 81,63 persen,” ujarnya.
Meskipun cenderung mengalami kenaikan pada kurun waktu 2017-2021, pertumbuhan debitur penyaluran KUR Babel tahun 2019 dan 2020 masih cenderung lebih rendah dari provinsi lain.
Dari data yang di peroleh pada tahun 2021, KUR di Babel berhasil disalurkan sebesar Rp1,38 triliun kepada 29.089 debitur baik perorangan maupun badan usaha.
Sedangkan pada 2022 sampai bulan Maret, penyaluran KUR mencapai 39,21 persen kepada calon debitur yang direkam oleh Pemda.
“Kami berikan apresiasi kepada Pemda Belitung yang telah merekam calon debitur terbanyak,” katanya.
Jika dibandingkan tahun 2020, penyaluran KUR pada 2021 tumbuh sebesar 60 persen, meski di masa pandemi COVID-19, dan secara regional di Babel cukup mengesankan.
“Masyarakat bisa memanfaatkan KUR, karena berapa pun bank menerapkan suku bunga, maka debitur cukup bayar 6 persen,” demikian Edih Mulyadi. (Ant)




