Sungailiat, Bangka – Pemerintah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan pendanaan dari Bank SumselBabel untuk meningkatkan usaha.
“Bagi pelaku UMKM yang membutuhkan penguatan permodalan, saya sarankan dapat memanfaatkan permodalan usaha dari pihak Bank Sumsel Babel,” kata Bupati Bangka Mulkan di Sungailiat, Minggu.
Ia menjelaskan, pertumbuhan pelaku usaha UMKM di daerah yang cukup tinggi dan diberikan kemudahan pinjaman dengan diberikan bantuan subsidi bunga pinjaman.
“Pelaku UMKM yang menerima bantuan permodalan dari lembaga keuangan yang ditunjuk akan memperoleh subsidi bunga atau tanpa bunga,” jelas Mulkan.
Pemerintah Kabupaten Bangka tahun 2022 menggelontorkan dana subsidi bunga pinjaman bagi UMKM mencapai total Rp600 juta atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak Rp400 juta.
Dana subsidi bunga pinjaman usaha UMKM sebesar Rp600 juta kata Mulkan sebagai wujud komitmen pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha masyarakat.
“Pelaku UMKM yang mendapat bantuan permodalan usaha dengan besaran yang sudah ditetapkan oleh pihak bank, hanya dibebankan mengembalikan total nilai pinjaman sesuai kontrak,” jelasnya.
Menurutnya, sektor UMKM juga berperan dalam membentuk dan menyumbang produk domestik bruto, selain itu pula sektor ini mampu memperluas penyerapan dan kesempatan kerja serta menciptakan lowongan pekerjaan
Tercatat lebih dari 30 ribu usaha mikro, 22 ribu usaha kecil dan 30 pelaku usaha menengah di Kabupaten Bangka yang tersebar di delapan kecamatan.
“Sebelumnya sejumlah pelaku UMKM menerima bantuan sarana atau peralatan kerja dengan jenis usaha dan kebutuhan,” katanya.
Pelaku UMKM mendapat pendampingan petugas dari dinas terkait dengan harapan produk usaha dapat maksimal dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan serta kebutuhan pasar.
“Terutama untuk jenis produk makanan olahan, saya sarankan produk UMKM harus di kemas yang menarik dan aman serta sehat sehingga terjaga kualitasnya,” katanya.
Pelaku usaha makanan olahan hendaknya dapat memanfaatkan sarana teknologi saat ini seperti penjualan online sehingga pasaran bisa lebih luas. (Ant)




